New Year In Japan

Beruntung saya memilih untuk tinggal bersama host-family, daripada tinggal sendiri di apartment atau di asrama. Dengan begitu, saya bisa merasakan budaya Jepang secara lebih dekat. Tahun baru 2009 sangat berkesan karena saya menjadi bagian dari tradisi Jepang yang unik dan lucu.

31 Desember 2008

Bersih-bersih. Akhir tahun bagi masyarakat Jepang identik dengan 1 hal tersebut. Ya, bersih-bersih. 大掃除(Oosouji, “bersih-bersih besar-besaran”). Mereka memandang bahwa rejeki akan sulit mendatangi rumah yang kotor dan tidak terawat. Saya tidak berbicara tentang rumah harus besar atau mewah atau lain sebagainya. Intinya: bersih.

1 Januari 2009

Tahun baru di Jepang kurang lebih memiliki kesamaan dengan budaya lain, yakni berkumpul dengan keluarga dan kerabat.

NewYear-MakanMakan1

Dan kalau sudah berkumpul, disitu artinya: Makan makaaaaaan… hehehe. Pada tahun baru, masyarakat Jepang selalu menyajikan makanan semewah mungkin (seingat saya, makan-makan di 1 Januari selalu paling mewah daripada tanggal manapun). NewYear-MakanMakan3

Klik untuk deskripsi gambar

Gambar di atas tadi adalah lauk untuk satu orang. Sedangkan selain lauk pribadi ini, masih ada lagi lauk yang untuk disantap bersama-sama. Gilak ‘kan?

NewYear-MakanMakan2

Seperti tradisi di China, anak-anak Jepang biasanya mendapatkan hadiah お年玉 (otoshidama, “semacam angpao”) yang juga berisi uang. Disini saya tidak meng-attach foto otoshi-dama, karena alasan sensor terhadap nominal uang yg saya terima (wakakakakakak alibi….)

Kalau 31 Desember dikhususkan untuk bersih-bersih, nah 1 Januari ini dikhususkan untuk do-nothing. Alias menikmati hidup. Setelah makan, cuci piring maupun lainnya, tidak boleh dilakukan pada 1 Januari. Well, at least bersih-bersih haruslah santai dan tidak berkesan repot/capek. Alasan mengapa dibudayakan hidup santai seharian, sama seperti alasan bersih-bersih di 31 Desember: supaya “rejeki” betah hinggap di rumah-rumah mereka. Without being any disrespect, menurut saya pribadi sih pada dasarnya untuk mengobati kelelahan masyarakat Jepang yang bekerja keras dan luar biasa disiplin sepanjang tahun.

Meskipun do-nothing, kita tetap menjaga kebersamaan tanpa keluar rumah. Biasanya aktivitas hanya seputar nonton tv, minum teh, ngobrol, dan main monopoli ala Jepang (人生ゲーム, “Jinsei Game”, “The game of life”).

NewYear-DoNothing1NewYear-DoNothing2NewYear-DoNothing3

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ucapan selamat tahun baru adalah: 明けましておめでとうございます, akemashite omedetou gozaimasu. Omedetou gozaimasu arti harafiahnya adalah “congratulation”, atau “selamat” dalam kata selamat pagi, selamat jalan, dll. Sedangkan akemashite datang dari kata 明るい yang artinya terang (terbukanya lembaran tahun yang baru).

2 Januari 2009

Biasanya tanggal 2 Januari, masyarakat Jepang pergi ke kuil untuk berdoa memohon rahmat untuk tahun yang baru. Kuil-kuil yang dipilih biasanya kuil yang berada di atas gunung. Seperti yang sudah teman-teman ketahui, Januari masih termasuk dalam musim dingin (Februari puncaknya), jadi naik gunung di musim dingin adalah kegiatan yang…. well….

NewYear-ToTheTemple1NewYear-ToTheTemple2NewYear-ToTheTemple3

Meskipun saya bukan beragama Shinto maupun Buddha, tapi saya tidak menganggap mencoba berdoa ala agama lain di tempat ibadah agama lain adalah sesuatu yang berdosa dan layak dimarahi oleh Tuhan… hehe…

NewYear-ToTheTemple5NewYear-ToTheTemple4

有留の皆さん、いつもお世話になりました。今年も、また良い年になれるように、応援してさしあげます。

おばあちゃん、お元気でね。。。

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s